
JAKARTA, KOMPAS.com — Sebulan menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden 2009-2014 pada 20 Oktober mendatang, perbincangan mengenai kabinet yang akan dibentuk SBY-Boediono makin "panas".
Direktur Charta Politika,Bima Arya Sugiarto mengatakan, SBY akan memilih sosok yang memiliki multiple atribute alias "paket lengkap". Analisis itu didasarkannya pada berbagai aspek yang kemungkinan dijadikan pertimbangan oleh SBY dalam memilih menteri. Salah satunya aspek respresentasi, seperti mewakili kekuatan politik, geografis, etnis, dan jender.
"SBY akan memilih orang yang punya multiple atribute dan orang yang seperti itu berpeluang dipilih. Misalnya, Marie Elka Pangestu kan memenuhi empat unsur seperti mewakili etnis Tionghoa, Katolik, seorang intelektual dan dari sisi jender mewakili perempuan," kata Bima dalam diskusi "Menebak Arah Politik SBY", Kamis (17/9) di Gedung DPR, Jakarta.
Selain respresentasi, ia memprediksi bahwa masih ada tiga faktor yang akan memengaruhi pemilihan pembantu SBY, yaitu kompetensi, regenerasi, dan integritas.
"SBY itu tidak suka orang yang menunjukkan bahwa dia ingin menjadi menteri. Semakin kelihatan mau, tidak akan dilirik. Ini yang sulit dibaca oleh mereka yang mengincar posisi menteri," ujarnya.
Bagaimana menebak keinginan SBY? Bima menguraikan, hal itu bisa dibaca dari pernyataan-pernyataannya serta manuver yang dilakukan dan dipengaruhi oleh opini publik. "SBY itu sangat sensitif terhadap opini publik, jadi dia akan mudah terpengaruh dengan apa yang berkembang di masyarakat," kata dia.