Suara Anda
Dokter Malpraktek Vs Presiden Malpraktek
Akhir-akhir ini banyak berita terkait dengan malpraktek dokter, bahkan hari ini beberapa televisi swasta memberitakan malpraktek dokter yang salah melakukan operasi khitan terhadap siswa Sekolah Dasar yang mengakibatkan siswa tersebut harus dioperasi untuk pertolongan lebih lanjut.
Itulah jika terjadi malpraktek, entah apakah dokter tersebut tidak mampu atau dia khilaf. Namun namanya saja dokter mestinya dia harus mampu dan mengetahui berbagai hal terkait dengan tubuh manusia , bukankah dia telah belajar di perguruan tinggi tentang hal tersebut. Atau mungkin belajarnya dulu kurang lengkap, sehingga ada ilmu yang dia belum kuasai, atau dia sendiri yang kurang belajar, meski dia kuliah di perguruan tinggi ternama dan dididik oleh dosen-dosen berkualifikasi yang bagus.atau dia masa bodoh dengan pasien dan menganggap enteng pasien yang tidak tahu ilmu kedokteran.
Apapun profesinya, jika malpraktek akan mengakibatkan sesuatu yang tidak baik. Setiap profesi tidak menutup kemungkinan terjadi malpraktek. Seorang guru kuli angkutpun bisa melakukan malpraktek, slaah kirim angkutannya misalnya, hal tersebut juga malpraktek. Namun efeknya tidak begitu besar. Contoh yang lain, misalnya seorang gurupun bisa melakukan malpraktek, dia tidak menguasai bahan ajar, dan akhirnya ketika seorang murid bertanya dan dia tidak bisa menjawab, atau menjawab dengan jawaban yang salah. Tentu ini akan mengakibatkan sesuatu yang tidak baik, terlebih jika matapelajaran yang dia ajar adalah mata pelajaran yang masuk dalam matapelajaran untuk ujian nasional. Tentu hal tersbut bisa mengakibatkan muridnya tidak lulus.
Efek - efek yang ditimbulkan oleh profesi-profesi tersebut mungkin akan dirasakan langsung, untuk kuli angkut pasar tadi tentu yang terkena efeknya adalah kuli tersebut dan majikan yang menyuruhnya, seorang guru tadi yang terkena efek adalah murid-murid yang dia ajar, yang jumlahnya lebih dari satu orang tentunya.
Namun malpraktek berbagai profesi ini kurang mendapatkan perhatian kita, seakan yang kita kenal dengan malpraktek adalah malpraktek pada profesi seorang dokter. Sebenarnya semua malpraktek akan memberikan dampak yang kurang baik pada siapapun yang dikenai praktek. Meski itu malpraktek seorang kuli angkut pasar, malpraktek seorang guru, malpraktek seorang dokter, atau malpraktek seorang presiden.
Malpraktek yang terakhir ini jika terjadi tentu akan memberikan dampak yang sangat luar biasa. Lihat saja jika terjadi malpraktek ini, seluruh bangsa tentu akan terkena dampaknya, meski dampak itu ada yang positif dan ada yang negatif. Dampak negatif yang mungkin langsung merasakan adalah rakyat-rakyat jelata, dan dampak positif tentu yang merasakan adalah orang -orang tertentu yang pandai mengambil kesempatan dalam kesempitan. Namun hal ini bisa saja berkebalikan.
Itulah yang akan kita hadapi jika kita salah memilih pemimpin bangsa. Memang tidak ada pendidikan formal atau sekolah presiden. Yang ada adalah segala pekerjaan yang terkait dengan kepemimpinan, dimana masing masing calon pernah menjadi pemimpin dari berbagai organisasi. Dari latar belakang masing masing calon atau track record dari masing – masing calon kita bisa ketahui siapa yang paling pantas untuk menjadi pemimpin negara kita dimasa yang akan datang, bukan hanya karena angin surga yang dihembuskan oleh masing masing calon.
Semoga kita lebih dewasa serta lebih jeli memperhatikan apapun sikap dan tindakan, dari calon pemimpin kita sehingga kita bisa memilih siapa yang lebih tepat siapa yang akan jadi pemimpin kita. Memilih salah satu dari mereka bukan karena golongan kita yang terkenang akan kejayaan Indonesia dimasa lalu atau orang tua serta sodara kita menjadi pendukung mereka, atau merasa kasihan terhadap mereka, namun lebih melihat siapa yang kita anggap lebih mampu dibandingkan calon calon yang lain. Sehingga tidak akan terjadi malpraktek presiden dengan harapan segenap lapisan rakyat bisa lebih baik, baik dari segi ekonomi, pendidikan, maupun segi yang lainnya. Karena kita semua yang akan merasakan dampaknya jika terjadi malpraktek dari seorang presiden. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan petunjuk kepada kita semua.
hartini
Siapapun yang jadi Presiden tidak akan dapat semudah merubah indonesia sepereti membalikkan tangan. Perlu proses, karena sudah terlalu jauh kita terperosok kedalam.
Dalam situasi seperti ini jika dibawa lebih cepat ya harus dilihat kondisinya. bisa-bisa pedot ditengah
dan jika dimulai perubahan yang drastis ya sangat rugi apakah hingga kini kita belum mencapai sesuatu yang lebih baik dari 4 - 5 tahun yang lalu?
Jadi siapapun presidennya harus menyesuaikan dengan keadaan indonesia sekarang. maka yang tepat lanjutkan dulu membuat pondasi yang kuat baru setelah itu ditingkatkan lagi untuk mencapai sasaran yang lebih tinggi. Jika sekarang dipacu mencapai pertumbuhan dua digit dalam 5 tahun dalam situasi ekenomi dunia yang sakit ya bisa-
bisa malah tidak dapat berhasil. Cepat kalau tidak tetap sasaran ya bisa susah. Tgl 8 nanti kita laksanaklan saja contrengan, serahkan kepada rakyat, siapa yang jadi harus didukung dan yang kalah harus legawa jangan cari-cari kesalahan dengan bergabagai protes dan tuntutan.
Rakyat kita sudah cukup cerdas.
segosoto
Suara Blogger
Intervensi Amerika: Penolakan cawapres dari PKS oleh SBY yg berujung dg...
Saya anggap saja pilpres ini sebuah “proyek politik padat karya”. Ratusan...
Suara Seleb
Pesinetron Donny Kesuma mengaku tidak mau ikut-ikutan masuk dunia politik...
Pemain film dan sinetron Andy Soraya rupanya bosan dengan janji-janji para...